BAB
I
PENDAHULUAN
A.Latar
Belakang
Kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan, karena
sehat merupakan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tidak ternilai harganya.
Seseorang yang serba kecukupan dalam hidupnya tetapi bila kondisi badan atau fisik
tidak sehat atau sakit-sakitan, maka dalam hidupnya seperti tidak ada artinya.
Oleh sebab itu, masalah kesehatan perlu ditanamkan pada anak sejak usia dini,
baik melalui pendidikan formal, informal, maupun non formal. Perilaku yang berkaitan
dengan upaya atau kegiatan seseorang untuk mempertahankan dan meningkatkan
kesehatan,salah satunya adalah Makan dengan menu seimbang. Menu seimbang di
sini dalam arti kualitas (mengandung zat-zat gizi yang diperlukan tubuh), dan
kuantitas dalam arti jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh(tidak
kurang, tetapi juga tidak lebih). Sebagai anak-anak usia sekolah dasar
mengalami perubahan fisik yang luar biasa dari segala jenis, asupan makanan mereka
menjadi aspek penting dari pertumbuhan dan perkembangan. Penelitian terbaru
menunjukkan bahwa makanan bergizi tidak hanya membuat anak lebih sehat, itu
membuatnya emosional lebih stabil, dan meningkatkan kinerja sekolah. Walaupun pertumbuhan fisik anak SD
cenderung lambat, namun tak dapat disangkal bahwa kebutuhan gizi yang seimbang
di usia SD tetap perlu diperhatikan. Hal ini mengingat pada usia SD, anak
berada pada masa pertumbuhan yang kelak akan berpengaruh pada masa-masa
selanjutnya. Dikatakan bahwa menjelang usia 6-12 tahun anak menjadi lebih
tinggi dan berat. Hal ini karena pada usia tersebut terjadi perkembangan
skeletal dan muskular yang banyak berkaitan dengan jaringan tulang/kerangka dan
otot seseorang. Di lain pihak perkembangan motorik anak SD pun sudah lebih
sempurna dan terarah. Itulah sebabnya anak-anak SD sudah dapat dilatih untuk
berbagai kegiatan olahraga yang memerlukan koordinasi gerakan. Namun agar dapat
dilatih dan perkembangannya lebih sempurna, anak memerlukan gizi yang baik, khususnya
yang mencakup 4 sehat dan 5 sempurna.
B.Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan anak didik
tentang ilmu kesehatan,terutama mengenai
menu makan yang sehat dan teratur
2.
Menanamkan dan membina nilai dan sikap mental yang poisitif terhadap prinsip
hidup sehat
3.
Mengetahui tentang pentingnya makan dengan menu yang seimbang
4 .Mengetahui
berbagai macam bahan makan yang berguna bagi tubuh
5. Mengetahui
dampak dari tidak makan dari menu yang seimbang
C.Manfaat
Adapun manfaat dari Pendidikan Kesehatan tentang Makan dengan
menu yang seimbang ba gi anak usia sekolah dasar adalah agar anak didik bisa
secara benar dan tepat menentukan sikap dan perilaku dalam memilih makan yang
sehat dan bergizi yang berguna bagi tubuh dan kesehatannya.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
A. Pengertian
Menu
adalah susunan makanan yang dimakan oleh seseorang untuk sekali makan atau
untuk sehari-hari. Kata ”menu” bias diartikan ”hidangan”. Menu seimbang adalah
menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang
sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan
perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan
perkembangan. Pola
menu seimbang mulai dikembangkan pada tahun 1950 dengan istilah ”Empat Sehat
Lima Sempurna” (Sulistyoningsih, 2011). Pola menu 4 sehat 5 sempurna adalah
pola menu seimbang yang bila disusun dengan baik mengandung semua zat gizi yang
dibutuhkan oleh tubuh (Almatsier, 2005).
B.Tujuan dan Manfaat Menu seimbang
1.
Tujuan
Menu Seimbang Agar mengalami tumbuh kembang yang normal dan wajar
sesuai standar pertumbuhan fisik anak umumnya dan memiliki kemampuan
perkembangan sesuai standar kemampuan anak seusianya.
2.
Manfaat
Menu Seimbang a.Sebagai sumber tenaga b.Membuat jadi lebih sehat c.Membuat emosional jadi lebih stabil d.Meningkatkan kecerdasan e.Melancarkan bekerjanya fungsi-fungsi organ tubuh.
C. Syarat Makan dengan Menu yang
Seimbang
1.
Pola
Menu Seimbang Pola menu seimbang diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan gizi.Susunan makanan yang dihidangkan dapat
memenuhi kebutuhan gizi sesuai
denganumur, jenis kelamin, dan juga aktivitas yang dilakukan.
2.
Aspek
Warna Menu Seimbang Warna menu seimbang makanan harus
menarik sehingga dapatmembangkitkan selera makan, namun penggunaan pewarna bahan tambahan makanan juga harus
memperhatikan keamanannya dan diutamakan menggunakan
pewarna alami.
3.
Tekstur
dan Konsistensi Tekstur dan konsistensi makanan yang
dihidangkan disesuaikan dengan kemampuan
fisiologis dan juga umur. Bentuk makanan bayi, lansia dan orang yang mengalami
gangguan kesehatan khususnya pencernaan akan berbeda dengan orang dewasa pada umumnya.
4.
Rasa
dan Aroma Aroma masakan yang kuat dikombinasikan
dengan makanan yang tidak tajam baunya.
5.
Ukuran
dan Bentuk Potongan Adanya kreasi dalam bentuk potongan dapat membangkitkan
selera makan.
6.
Suhu Pertimbangkan makanan yang harus
dihidangkan panas atau dingin dengan menyesuaikan
suhu lingkungan, udara atau iklim.
7.
Popularitas
Hidangan untuk
anak akan lebih membangkitkan selera makan ketika
sesekali disajikan pula hidangan tertentu yang sedang popular dimasyarakat,
yang memang disukai oleh
anak.
8.
Penyajian
Menarik Bila perlu makanan disajikan dengan
hiasan, selain itu disajikan dalam keadaan
yang bersih, terhindar dari pencemaran yang dapat membahayakan kesehatan.
9.
Tenaga
dan Waktu Jenis hidangan yang akan disajikan
disesuaikan dengan peralatan,kemampuan, tenaga dan waktu yang dimiliki oleh ibu
atau keluarga.
D. Manfaat Perencanaan Menu
Kegiatan
menyusun menu dengan perencanaan yang baik dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Dapat disusun hidangan yang mengandung zat
gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. 2. Variasi dan kombinasi hidangan dapat
diatur sehingga dapat menghindari kebosanan
yang disebabkan pengulangan jenis bahan makanan dan cara pengolahan. 3. Susunan
hidangan dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan atau biaya yangtersedia.
4. Menghemat waktu
dan tenaga. Perencanaan menu dapat disesuaikan dengan kondisi, sehingga sudah
dapat diperkirakan waktu dan tenaga yang dibutuhkan. 5.Menu
yang terencana dengan baik dapat menjadi alat pendidikan gizi yang baik, karena
menu yang baik mengajarkan pola makan yang baik.
E. Bahan-Bahan Makanan
Kebutuhan
energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat, protein, lemak.
Kecukupan energi seseorang ditandai dengan berat badannya yang normal. Untuk mengetahui berat badan normal,
seseorang dapat menggunakanKartu Menuju Sehat (KMS) untuk balita, anak sekolah,remaja,ibu
hamil dan kelompok usia lanjut.Menu yang bergizi lengkap dan seimbang harus
disusun berdasarkan bahan makanannya antara lain,
1. Golongan Makanan Pokok Jenis padi-padian merupakan bahan
makanan pokok yang memiliki kadar protein lebih tinggi dari umbi-umbian. Jika bahan
makanan pokok yang digunakan berasal dari umbi-umbian maka harus disertai lauk
dalam jumlah yang lebih besar. Porsi makanan pokok yang dianjurkan dalam sehari
untuk orang dewasa adalah sebanyak 100-200 gramberas atau sebanyak 1-3 piring
nasi dalam sehari.
2. Golongan Lauk Lauk sebaiknya terdiri dari campuran
hewani dan nabati. Lauk hewani memiliki nilai biologi yang tinggi dibandingkan
nabati. Porsi lauk yang dianjurkan untuk orang dewasa dalam sehari adalah
sebanyak 100 gram atau dua potong ikan daging atau daging ayam, sedangkan porsi
nabati dalam sehari sebanyak 50-100 gram atau 2-4 potong tempe. Tempe dapat
diganti dengan tahu atau kacang-kacangan kering.
3. Golongan Sayur Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral. Sayuran
daun berwarna hijau dan orange mengandung lebih banyak provitamin A,selain itu
sayuran berwarna hijau juga kaya kalsium, zat besi, asam folat,dan vitamin C. semakin
hijau warna sayuran, semakin banyak mengandung gizi. Setiap hari dianjurkan
mengkonsumsi sayuran yang terdiri dari sayuran daun, kacang- kacangan, dan
sayuran berwarna jingga. Porsi sayuran dalam bentuk tercampur dianjurkan juga
untuk orang dewasa dalam sehari 100-150 gram atau sebanyak 1-2 mangkok dalam
keadaan matang.
4. Golongan Buah Buah berwarna kuning banyak
mengandung provitamin A, sedangkan buah yang kecut pada umumnya kaya vitamin C.
porsi buah yang dianjurkan untuk orang dewasa dalam sehari adalah 2-3 potong,dapat
berupa papaya atau buah-buahan lain.
F. Contoh Susunan Menu
*Pilihan
I
|
Waktu
|
Jenis
Makanan
|
|
Pagi
Hari
|
Roti,susu,Keju,telur
|
|
Siang
Hari
|
Nasi,
Ikan/Daging ayam, sayur asam,pepaya
|
|
Sore
Hari
|
Bubur
Kacang hijau atau teh dan kue
|
|
Malam
Hari
|
Nasi,Sate
hati ayam, perkedel tahu, sup bayam, segelas susu
|
*Pilihan II
|
Waktu
|
Jenis Makanan
|
|
Pagi Hari
|
Satu gelas susu, Roti, Keju, Selai,
Sayur
|
|
Siang Hari
|
Nasi, Bistik Daging danTempe, Sup
Sayur
|
|
Sore Hari
|
Buah-buahan
|
|
Malam Hari
|
Nasi,Tempe Tahu, Sup Sayuran, Buah
pisang, satu gelas susu
|
G.
Pesan Gizi Seimbang Menu makanan sehari-hari yang dikonsumsi diperlukan makanan
yang memiliki komposisi makanan seimbang, hal ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan
zat-zat gizi. Makanan gizi seimbang digunakan untuk memenuhi zat-zat gizi yang
tidak terdapat pada makanan dapat terpenuhi oleh makanan lain. Pesan gizi
seimbang (Almatsier, 2005) adalah
sebagai berikut:
1. Makanan Beraneka Ragam Makanan
beraneka ragam dapat memberikan manfaat yang besar terhadap kesehatan. Sebab
zat gizi tertentu yang tidak terkandung dalam satu
jenis bahan makanan akan dapat dilengkapi oleh gizi serupa dari bahan makanan
yang lain.Demikian juga bahan makanan dalam susunan anekaragam menu seimbang
akan saling melengkapi (Almatsier, 2005). Kebutuhan
energi dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi bahan makanan sumber karbohidrat,
protein,lemak. Kecukupan energi seseorang ditandai dengan berat
badannya yang normal.
2. Sumber Karbohidrat Makanlah makanan sumber karbohidrat,
setengah dari kebutuhan energy, terdapat dua kelompok karbohidrat (Almatsier,
2005) yaitu:
a. Karbohidrat
kompleks, Bahan makanan sumber karbohidrat kompleks
adalah padi-padian (beras jagung gandum),
umbi-umbian(singkong, ubi jalar,kentang) dan bahan makanan lain yang mengandung
banyak karbohidrat (sagu, pisang).
b.Karbohidratsederhana
Golongan
karbohidrat sederhana yang tidak mengandung zat
gizi lain, yang sifatnya hanya mengenyangkan dan cenderung dikonsumsi
berlebihan. Konsumsi gula dapat menyebabkan kegemukan, karies gigi atau keropos.
Oleh karena itu konsumsi gula sebaiknya dibatasi sampai 5% dari jumlah
kecukupan energi. Seyogyanya sekitar 50-60% kebutuhan energi diperlukan oleh
karbohidrat kompleks, atau setara dengan 3-4 piring nasi.
3. Konsumsi Lemak dan Minyak Batasi konsumsi lemak dan minyak
sampai seperempat dari kecukupan energi. Lemak dan minyak yang terdapat di
dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, dapat membantu
penyerapan vitamin-vitamin A, D, E, dan K, serta lezatnya hidangan. Konsumsi
lemak dan minyak paling sedikit 10% dari kebutuhan energi dan. Seyogyanya
menggunakan lemak dan minyak nabati, misalnya minyak kelapa, minyak jagung,
minyak kacang atau nabati yang lain (Almatsier, 2005).
4. Gunakan Garam Beryodium Garam beryodiyum yang dikonsumsi setiap hari bermanfaat
untuk mencegah timbulnya gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY). Gaki dapat
menghambat perkembangan tingkat
kecerdasan pada balita, penyakit gondok, endemic dan kretin (Almatsier, 2005).
5. Makan Sumber Zat Besi Kekuranganzat besi dalammakanan
sehari-hari secara berkelanjutan dapat menimbulkan penyakit anemia gizi.
6. Biasakan Makan Pagi Makanan pagi atau sarapan sangat
bermanfaat bagi setiap orang terutama bagi anak usia sekolah dasar. Bagi orang dewasa
makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, mempertahankan daya tahan saat
bekerja dan meningkatkan produktivitas kerjanya. Bagi anak sekolah makan pagi
dapat memudahkan konsentrasi dalam belajar, menyerap pelajaran, sehingga
prestasi belajarnyapun dapat menjadi lebih baik.. Kebiasaan makan pagi dapat
membantu seseorang untuk mencukupi kebutuhan gizinya sehari-hari. Jenis
hidangan untuk makan pagi dapat dipilih dan disusun sesuai dengan keadaan, dan
akan l;ebih baik bila terdiri dari makanan sumber zat tenaga sumber zat
pembangun dan zat pengatur..
7. Minum Air Bersih, Aman dan Cukup Jumlahnya Air minum harus bersih dan bebas
kuman. Oleh karena itu, air minum harus terlebih dahulu dididihkan. Sedangkan
air minum dalam kemasan yang banyak beredar di pasaran, juga harus terlebih
dulu diproses oleh pabrik sesuai dengan ketentuan pemerintah dan memenuhi
syarat-syarat kesehatan. Cairan yang dikonsumsi seseorang terutama air minum,
sekurang-kurangnya dua liter atau setara dengan delapan gelas setiap harinya,
agar proses faali dalam tubuh berlangsung dengan lancar dan seimbang. Dengan
mengkonsumsi cukup cairan, seseorang dapat terhindar dari menderita dehidrasi
atau kekurangan cairan tubuh, serta dapat menurunkan risiko menderita penyakit
batu ginjal.
8. Makanlah Makanan yang Aman Bagi
Kesehatan Makanan
yang aman adalah makanan yang tidak tercemar, tidak mengandung mikroorganisme
atau bakteri, tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya, telah diolah dengan
cara yang benar sehingga fisik dan zat gizinya tidak rusak, serta tidak
bertentangan dengan keyakinan masyarakat. Makan makanan tidak aman dapat
menyebabkan gangguan kesehatan, antara lain menderita keracunan makanan yang
dapat menyebabkan kematian.
9. Baca Label Pada Makanan yang
Dikemas Peraturan perundangan-undangan, bahwa
setiap makanan yang dikemas harus mencantumkan keterangan pada labelnya mengenai
bahan-bahan yang digunakan,susunan(komposisi)zat gizinya, tanggal kadaluwarsa, dan
keterangan penting lainnya. Semua keterangan yang rinci pada label makanan
kemas sangat membantu konsumen pada saat memilih danmenggunkannya. Keterangan
mengenai susunan zat gizi pada label diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi
sesuai dengan keadaan kesehatan konsumen.Keterangan mengenai kadaluwarsa pada
label menunjukkan kelayakan makanan tersebut untuk bisa dimakan atau tidak.
Sedangkan keterangan mengenai bahan-bahan, yang terkandung dalam makanan kemas
tersebut memberikan informasi kepada konsumen untuk menilai halal atau tidaknya
bahan makanan tersebut.
H.
Faktor - Faktor yang Harus Diperhatikan dalam Menyusun
Menu Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun menu
diantaranya (Sulistyoningsih, 2010)
adalah
1.
Kebutuhan gizi Kebutuhan gizi setiap anggota keluarga
harus terpenuhi sehingga dalam hal ini harus diketahui dahulu kebutuhan
gizinya.
2. Agama dan budaya Agama dan budaya akan mempengaruhi
pemilihan jenis bahan-bahan makanan
yang akan digunakan.
3. Variasi bahan dan cara pengolahan Jenis bahan makanan, cara mengolah dan cara menyajikan harus
bervariasisehingga tidak menyebabkan jenuh, dan hal ini harus disesuaikan
dengan peralatan penyimpanan, pengolahan, dan penyajian yang tersedia.
4. Sosial
ekonomi Pemilihan bahan makanan dan cara
pengolahan disesuaikan harus dengan kemampuan ekonomi.
5. Iklim Pemilihan bahan makanan yang akan
digunakan disesuaikan dengan iklim, karena ada beberapa jenis bahan makanan
yang hanya dapat dijumpai pada musim-musim tertentu, terutama sayur dan buah.
I. Dampak
Dampak yang akan terjadi jika seorang
anak makan dengan menu tidak seimbang,antara lain,
1.
Tumbuh-kembang terhambat
2. Terjadi
Malnutrisi
3. Terjadi
Overnutrisi
4. Cepat
kelelahan
5. Mudah
terserang penyakit
6. Kemampuan
otak sulit berkembang
BAB
III
METODE
PELAKSANAAN
A. Sasaran/lokasi : Pelajar Kelas V SD St. Kanisius
Kotabaru,Yogyakarta
B. Tema : Pentingnya Makan Dengan Menu Seimbang Bagi
Anak Usia Sekolah Dasar
C. Waktu : Hari/Tanggal :
Selasa,19 Juni 2012
Pukul :
08.00-09.00 WIB
D. Tahap Pelaksanaan: 1. Acara Pembuka : a.
Pengarahan dari Wali Kelas V b.
Pengantar/Sapaan c. Perkenalan Diri d. Doa
2.
Acara Inti : a. Pre-Test (Waktu 5 menit) b. Pemberian Materi,Leaflet dan Alat
Peraga c.
Tanya-Jawab I (Dari Siswa)
d. Post-Test (Waktu 5 menit) e. Tanya-Jawab II (Dari Pemateri dan
Berhadia)
3. Acara Penutup : a. Snack ( Roti dan Susu) b. Penyerahan Hadiah c. Ucapan Terima Kasih,doa dan foto
bersama
E. Media/Alat Peraga : 1. Leaflet
2. Poster
3. Slide Power Point
4. Sampel Makanan Menu Seimbang
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.Hasil
1.
Komunikator : a. Denny Ilvan
Rimas
b. Frederich P. Kalumbang
2.
Isi Pesan : Makan Dengan
Menu Yang Seimbang
3.
Komunikan : Pelajar Kelas V
4.
Feed Back : Pertanyaan Dari
Siswa/i Kelas V
B. Pembahasan
Pada
saat kegiatan penyuluhan berlangsung para siswa tampak antusias dan bersemangat,
hal ini tampak dari keterlibatan dan keaktifan siswa/i dalam merespon materi, informasi
dan tanya jawab yang dilakukan disela-sela pemberian materi. Dan agar para
siswa lebih mudah untuk memahami dan menafsirkan materi, poster dan leaflet
yang diberikan, maka beberapa dari anggota penyuluh melakukan pendekatan dengan
para siswa dan menjelaskan secara garis besar tentang materi penyuluhan yang
diberikan. Selain itu materi yang disajikan bukan hanya berupa teks kalimat
tetapi juga berupa gambar-gambar yang disesuaikan dengan tema penyuluhan
seperti gambar makanan, gambar lauk,gambar sayuran dan penambahan gambar pada
slide ini bertujuan agar para siswa lebih mudah untuk mengenal, memahami,dan
mengingat macam-macam menu seimbang yang cocok untuk anak seusia mereka. Kegiatan
penyuluhan juga turut melibatkan para siswa seperti meminta beberapa siswa
untuk mencontohkan menu seimbang ala mereka sendiri yang dimakan di rumah
dengan menggunakan sampel makanan menu seimbang. Kemudian Pemateri memberikan
contoh susunan makanan menu seimbang dengan menggunakan alat peraga mulai dari
menu makan pagi,siang dan malam. Ada beberapa hambatan yang terjadi selama
kegiatan penyuluhan berlangsung seperti anak-anak yang terlalu berisik, dan
pencahayaan ruangan kelas yang kurang. Meskipun demikian kegiatan tetap
berjalan dengan baik sesuai dengan rencana dan jadwal. Untuk mengetahui
kemampuan dan sejauh mana pengetahuan para siswa tentang menu seimbang maka
diadakan evaluasi berupa Pre-Test dan Post-Test dengan jumlah 15 butir pernyataan
dan berikut hasil dari evaluasi:
TABEL HASIL EVALUASI PRE-TEST DAN
POST-TEST
|
NO
|
NAMA
|
EVALUASI
(JAWABAN BENAR)
|
|
PRE-TEST
|
POST-TEST
|
|
1
|
Aime
J. Summerlie
|
15
|
15
|
|
2
|
Alvin
|
15
|
15
|
|
3
|
Antonia
Maria Ajeng Galuh D.
|
14
|
15
|
|
4
|
Beato
Vincesius Ferer
|
15
|
15
|
|
5
|
Brigita
Maharani
|
14
|
15
|
|
6
|
Chandik
Ayu P.
|
12
|
13
|
|
7
|
Dionisius
I. Belanusa
|
13
|
14
|
|
8
|
Dionisius
P.
|
15
|
15
|
|
9
|
Fransiska
Devi Kurniasari
|
13
|
13
|
|
10
|
Fx.
Bimantara Putra H.
|
14
|
14
|
|
11
|
Margareta
Pawestri Utami
|
12
|
15
|
|
12
|
Maria
Indah Damayanti
|
14
|
14
|
|
13
|
Maria
Kristina Wulandari
|
14
|
15
|
|
14
|
Maria
Rebecca D. Anindhita
|
15
|
15
|
|
15
|
Novander
Y. Danave
|
15
|
15
|
|
16
|
Paksi
M.
|
10
|
10
|
|
17
|
Ruth
Brilian Ningsih
|
15
|
15
|
|
18
|
Stevani
Febista S.
|
13
|
13
|
|
19
|
Tomy
K. Aji
|
13
|
15
|
|
20
|
Veno
Dwi P.
|
11
|
12
|
|
21
|
Veronica
S. Novitasari
|
14
|
15
|
|
22
|
Yosef
Kevin H.
|
13
|
13
|
|
23
|
Yoseph
Wiliam
|
14
|
15
|
|
24
|
Yohanes
P. Anggit
|
14
|
14
|
TABEL
PENILAIAN HASIL PRE-TEST DAN POST-TEST
|
NO
|
KRITERIA
|
JUMLAH
SISWA/I
|
PROSENTASI
(%)
|
|
1
|
BENAR
SEMUA
|
7
|
29,16
|
|
2
|
ADA
PERUBAHAN
|
9
|
37,50
|
|
3
|
TIDAK
ADA PERUBAHAN
|
8
|
33,33
|
Berdasarkan
tabel diatas dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan siswa/i kelas V di SD
St. Kanisius Kotabaru mengenai makan dengan menu seimbang terbilang cukup baik.
BAB
V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Makan
dengan menu yang seimbang merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan setiap orang dan akan sangat lebih baik jika
dilakukan sejak usia dini. Makan dengan menu yang seimbang selain berguna untuk
proses tumbuh-kembang juga bermanfaat untuk kecedasan,tenaga dan meningkatkan
konsenterasi terutama untuk konsenterasi belajar bagi anak usia sekolah dasar. Berdasarkan
hal tersebut diatas maka kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di SD St.
Kanisius Kotabaru pada pelajar kelas V mengambil tema tentang Menu Seimbang
Bagi Anak Usia Sekolah Dasar. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam
tersebut berjalan dengan cukup baik dan memuaskan karena adanya komunikasi dan
penatalaksanaan yang baik pula dari pihak sekolah,siswa kelas V dan kelompok
Penyuluhan. Dan melihat dari hasil daripada kegiatan dapat disimpulkan bahwa
tingkat pengetahuan siswa/i kelas V mengenai makan dengan menu seimbang sudah
cukup baik.
B. Saran
Bagi
Siswa/i sangat diharapakan untuk memperhatikan beberapa hal berikut,
v
Makan
dengan menu yang seimbang
v
Harus
makan pagi
v
Banyak
konsumsi sayur dan buah
v
Minum
susu 2x dalam sehari yaitu pada waktu pagi dan malam hari
v
Jangan
biasakan makan makanan yang manis dan berwarna yang mencolok
v
Jangan
Jajan sembarang/di pinggir jalan
DAFTAR
PUSTAKA
http://siroychery.blogspot.com/2011/01/pentingnya-perhatian-terhadap-gizi-pada.html
Departemen
Gizi dan Kesehatan Masyarakat FKUI, 2011. Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
IGB.
Supariasa, 2007. Pengantar Ilmu Gizi. Jakarta. Pustaka Pelajar
Sediaoetama,
2010. Ilmu Gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: Dian Rakjat
LAMPIRAN
Lampiran I
Kuisioner
STIKES WIRA HUSADA YOGYAKARTA
PRODI SI KESEHATAN MASYARAKAT
EVALUASI UNTUK PRE-TEST DAN POST-TEST
“MENU SEIMBANG BAGI ANAK USIA SEKOLAH
DASAR”
PETUNJUK :
JAWABLAH
PERNYATAAN-PERNYATAAN DIBAWAH INI DENGAN BENAR DAN TELITI. JAWABLAH DENGAN CARA
MEMBERI TANDA CENTANG(√) JIKA PERNYATAANNYA BENAR ATAU JIKA PERNYATAANNYA
SALAH!
|
NO
|
PERNYATAAN
|
PENILAIAN
|
|
BENAR
|
SALAH
|
|
1
|
Makan makanan yang beranekaragam dan
seimbang
|
|
|
|
2
|
Menu seimbang adalah menu 4 sehat 5 sempurna
|
|
|
|
3
|
Makan 2x dalam sehari yaitu pada
siang dan malam hari
|
|
|
|
4
|
Sarapan pagi baik tidak baik untuk
Siswa SD
|
|
|
|
5
|
Telur dan Susu sangat baik untuk
pertumbuhan Anak
|
|
|
|
6
|
Perbanyak makan daging daripada
makan nasi dan sayur
|
|
|
|
7
|
Daging,ikan,telur,susu,tempe dan
tahu kaya akan protein
|
|
|
|
8
|
Vitamin dan mineral banyak terdapat
pada sayuran dan buah
|
|
|
|
9
|
Setiap hari Siswa harus makan dengan
menu yang sama
|
|
|
|
10
|
Jajan sembarangan juga baik untuk
kesehatan
|
|
|
|
11
|
Makanan sumber tenaga berasal dari
beras,singkong,dan roti
|
|
|
|
12
|
Hidangan yang menarik akan
membangkitkan selera anak
|
|
|
|
13
|
Siswa SD sebaiknya makan makanan
yang manis
|
|
|
|
14
|
Anak yang sehat,aktif,semangat
belajar pertanda gizi baik
|
|
|
|
15
|
Kegemukan,suka mengantuk,kurus juga pertanda
gizi baik
|
|
|
Lampiran II
Dokumentasi
Kegiatan (Foto)
Gambar 1. Pengantar
Gambar 2. Pre-Test
Gambar 3. Pemberian Materi Gambar 4. Penjelasan Materi
Gambar 5. Penjelasan Materi
Gambar 6. Penjelasan Materi
Gambar 5. Penjelasan Poster Gambar 6. Pemberian Leaflet
Gambar 7. Pengawasan Gambar 8.
Pengawasan
Gambar 9. Canda dan Tawa Gambar 10. Sesi Tanya-Jawab
Gambar 11. Post-Test Gambar 12. Para Pemenang
kuis
Gambar 13. Penyerahan Hadiah Gambar 14. Snack
Gambar 15. Foto Bersama Gambar 16. Foto Bersama
Lampiran III
Susunan
Organisasi Kelompok dan Pembagian Tugas
I. Susunan
Organisasi Kelompok
A. Ketua :
Denny Ilvan Rimas
B. Sekretaris :
Gaspar P. Luan
C. Bendahara :
Florentina Wisang Koli
D. Anggota :
1. Dematrius K.L
2. Emeliano Leuc
3. Evander H. Leon
4. Fad’at
5. Frederich P. Kalumbang
II. Susunan
Pembagian Tugas
A.
Koordinator :
Emeliano Leuc
B. Moderator :
Frederich P. Kalumbang
C. Pemateri : Denny
Ilvan Rimas
D. Bagian
Slide :
Gaspar P. Luan
E. Bagian
Metode dan Alat Peraga : 1. Dematrius
K.L
2. Evander H. Leon
3. Florentina Wisang
Koli
F. Bagian
Dokumentasi : 1.
Fad’at